Breaking News

Mengingat Kembali Momen Piala Dunia 2010 Ketika Ghana Disingkirkan Oleh Aksi Tengil Luiz Suarez


Piala dunia 2010 merupakan momen dimana banyak sekali hal-hal menarik terjadi termasuk aksi penyelamatan Luis Suarez yang mengagalkan Langkah Ghana ke semifinal Piala Dunia 2010 . 

Luiz suarez yang kala itu berusia 23 tahun memulai jejaknya di piala dunia dengan memainkan peran kunci dalam perjalanan Uruguay ke semifinal sebagai kuda hitam. Pada fase grup Uruguay keluar sebagai juara grup diikuti Suarez yang berhasil mencetak satu gol dan dua assist.

Di babak 16 besar Suarez benar-benar memperlihatkan kepada dunia betapa ganasnya dia sebagai seorang striker. Dalam pertandingan yang sulit dan hujan melawan Korea Selatan, Suarez menampilkan penampilan yang memikat perhatian lewat dua gol yang dia jaringkan ke gawang Korea Selatan termasuk gol kemenangan di menit ke 80 yang membawa Uruguay ke perempat final pertama mereka sejak tahun 1970.

Lalu pada pertandingan melawan Ghana di perempat final Piala Dunia 2010, tibalah Sebuah momen yang mana pada akhirnya dia diingat sebagai seorang penjahat khususnya bagi pendukung Ghana yaitu aksi penyelamatannya menjadi seorang kipper dadakan di daerah pertahanan timnya sendiri.

Pada masa perpanjangan waktu dengan kipper Uruguay Muslera yang tidak dapat lagi menghalau bola, Suarez mencegah bola masuk dengan lututnya. Namun, Ketika tembakan kedua dating, Suarez menggunakan kedua tangannya untuk memastikan Uruguay tidak kebobolan. Penalti untuk Ghana karena Suarez menggunakan tangannya menghalau bola di dalam kotak penalti.

Diluar dugaan pada menit 122 Ghana gagal mengeksekusi tendangan penalti tersebut dan Uruguay berhasil melaju ke semifinal melalui babak adu penalti.  Walaupun pada akhirnya Uruguay hanya mampu  menjadi peringkat 4 di turnamen tersebut. Sementara Ghana gagal menjadi negara Afrika pertama yang mampu melaju ke babak semifinal.

“pemain manapun akan melakukan hal yang sama dengan saya. Reaksi pertama saya adalah menggunakan tangan saya. Beberapa orang menuduh saya kurang sportif, tetapi saya pikir lebih buruk jika seorang pemain mengalami cedera Ketika dia dihentikan oleh tekel yang buruk Ketika dia akan mencetak gol” kata Suarez perihal aksinya yang dianggap tidak sportif.

Semenjak saat itu seketika pendukung Ghana murka dan tidak akan pernah memaafkan Suarez setelah apa yang dia perbuat. 

“dia tahu apa yang telah dia lakukan. Kami menangis dan anda melihat seseorang yang telah menipu kami sedang merayakannya. Bagaimana saya bisa memaafkannya? Tidak pernah. Tidak akan pernah” ujar bek Ghana ketika itu.

Momen tersebut menjadi saksi dimana Suarez telah berhasil menjadi dua sosok aktor sekaligus yaitu seorang pahlawan sekaligus penjahat. Pahlawan bagi timnya, penjahat bagi lawannya.

Tidak ada komentar