Mengingat Kembali Momen Piala Dunia 2010 Ketika Ghana Disingkirkan Oleh Aksi Tengil Luiz Suarez
Di babak 16 besar Suarez benar-benar memperlihatkan kepada
dunia betapa ganasnya dia sebagai seorang striker. Dalam pertandingan yang
sulit dan hujan melawan Korea Selatan, Suarez menampilkan penampilan yang
memikat perhatian lewat dua gol yang dia jaringkan ke gawang Korea Selatan
termasuk gol kemenangan di menit ke 80 yang membawa Uruguay ke perempat final
pertama mereka sejak tahun 1970.
Lalu pada pertandingan melawan Ghana di perempat final Piala
Dunia 2010, tibalah Sebuah momen yang mana pada akhirnya dia diingat sebagai
seorang penjahat khususnya bagi pendukung Ghana yaitu aksi penyelamatannya
menjadi seorang kipper dadakan di daerah pertahanan timnya sendiri.
Pada masa perpanjangan waktu dengan kipper Uruguay Muslera
yang tidak dapat lagi menghalau bola, Suarez mencegah bola masuk dengan
lututnya. Namun, Ketika tembakan kedua dating, Suarez menggunakan kedua
tangannya untuk memastikan Uruguay tidak kebobolan. Penalti untuk Ghana karena
Suarez menggunakan tangannya menghalau bola di dalam kotak penalti.
Diluar dugaan pada menit 122 Ghana gagal mengeksekusi
tendangan penalti tersebut dan Uruguay berhasil melaju ke semifinal melalui
babak adu penalti. Walaupun pada
akhirnya Uruguay hanya mampu menjadi
peringkat 4 di turnamen tersebut. Sementara Ghana gagal menjadi negara Afrika
pertama yang mampu melaju ke babak semifinal.
“pemain manapun akan melakukan hal yang sama dengan saya. Reaksi
pertama saya adalah menggunakan tangan saya. Beberapa orang menuduh saya kurang
sportif, tetapi saya pikir lebih buruk jika seorang pemain mengalami cedera Ketika
dia dihentikan oleh tekel yang buruk Ketika dia akan mencetak gol” kata Suarez
perihal aksinya yang dianggap tidak sportif.
Semenjak saat itu seketika pendukung Ghana murka dan tidak akan pernah memaafkan Suarez setelah apa yang dia perbuat.
“dia tahu apa yang
telah dia lakukan. Kami menangis dan anda melihat seseorang yang telah menipu
kami sedang merayakannya. Bagaimana saya bisa memaafkannya? Tidak pernah. Tidak
akan pernah” ujar bek Ghana ketika itu.
Momen tersebut menjadi saksi dimana Suarez telah berhasil
menjadi dua sosok aktor sekaligus yaitu seorang pahlawan sekaligus penjahat. Pahlawan
bagi timnya, penjahat bagi lawannya.




Tidak ada komentar